Sunday, June 5, 2011

Ridwan Kamil: Public Lecture UGM 2008



bongkar-bongkar catatan kemaren sore, ternyata ada catatan dari kuliah umumnya ridwan kamil (urbane) ketika berkunjung ke UGM tahun 2008 silam. Masih menarik untuk dibaca dan tentunya masih sangat kontekstual. Ada banyak yang dibicarakan beliau seputar model kerja di urbane, bagaimana menggali ide dan berkonsep dalam arsitektur, hingga tips meyakinkan klien. Catatan ini masih meloncat dengan penyampaian yang singkat. Untuk itu hasil kuliah umum ini saya rangkum lagi tidak berdasarkan urutan pembicaraan namun disatukan dalam judul-judul kecil berdasarkan kesamaan topik pembicaraan agar lebih mudah dibaca. Semoga bermanfaat.

Dampak pembangunan arsitektur Kota

Kota yang baik adalah kota yang bisa membuat warganya dengan senang hati keluar rumah. Sebaliknya jika kota membuat warganya malas untuk keluar berarti kotanya kurang baik. Tanpa disadari kota telah menjadi penghancur interaksi sosial yang paling berhasil.
Ada anekdot yang disampaikan beliau seperti berikut; Icon-icon dunia seperti effiel tower dari paris dan sphinx dari mesir yang dibangun di kota-kota indonesia bisa memberikan dampak buruk. Hanya sekedar contoh, seorang anak kecil yang sejak kecil melihat patung sphinx mesir di persimpangan gang tempat dia tinggal. karena sudah tertanam sejak kecil dia ketika sudah dewasa dan menjadi presiden, justru menuntut presiden mesir karena membangun sphinx yang katanya berasal dari negaranya kenapa dibangun di negara mesir..gede lagi. Hal-hal tersebut walaupun kecil bisa saja berakibat konyol seperti cerita di atas.

Model kerja urbane

Di awal kuliah umum Pak Emil begitu panggilan beliau menanyakan apa arti huruf E di belakang kata urbane. Seperti yagn beliau sebutkan huruf E di akhir kata urbane adalah singkatan untuk Evolution. Sehinga secara lengkap urbane adalah singkatan kata dari Urban Evolution. Mengapa beliau menambah kata evolution? Ini sesuai dengan misi urbane yang melihat kenyataan bahwa kota-kota di indonesia indonesia sudah sampai tahap gawat sehingga perlu perubahan paradigma dalam merancang kota.
Untuk itu Urbane mengganti cara kerjanya dalam mendesain. Selain departemen desain, tim urbane juga memiliki departemen riset yang orang-orangnya tidak mendesain tetapi lebih sering mengumpulkan kliping-kliping dan melakukan penelitian yang hasilnya digunakan untuk memberikan argumen kepada klien. Beliau menyarankan meyakinkan orang itu dengan angka, sehingga mulailah untuk mencintai data-data dan melek dengan masalah finansial global.
Urbane mementahkan pemikiran bahwa berkarya di dunia arsitektur harus berada di pusat kegiatan seperti jakarta. Menurut beliau berkarya bisa dari mana saja. Mengapa urbane memilih basecamp di bandung, karena di bandung masih memiliki suasana hijau dan sejuk untuk bekerja, yang suasananya mungkin berbeda jika berada di jakarta. Dalam pada itu proyek-proyek urbane juga kebanyakan dikirim melalui email ke luar negeri.

Konsep desain-desain urbane

Beberapa desain urbane juga dipaparkan oleh beliau. Tentang desain hotel baru yang berlokasi di medan, beliau bercerita keunikan hotel itu ada pada denahnya karena harus memisahkan mana sirkulasi yang pegawainya boleh dilihat dan mana yang tidak boleh dilihat oleh tamu. Kalau ada pegawai laundry yang terlihat oleh tamu berarti sirkulasi hotelnya kacau. Konsep keselamatan dalam jarak 24 meter tamu sudah harus mencapai tangga darurat. Dan salah satu poin yang penting, desain lah ruangan lobby yang wahh, yang bisa membuat orang/tamu di dalamnya merasa kecil. Untuk bentuk fasade bisa dikira-kira belakangan.
Bagaimana merubah sesuatu di luar arsitektur menjadi ide dalam arsitektur bangunan. Seperti contoh desain hasil sayembara museum tsunami aceh yang berkonsep landscape hill. Fasade rumit yang dipertanyakan juri darimana asalnya ternyata diperoleh dari tari saman rakyat aceh yang menyimbolkan kekompakan rakyat aceh. Orang yang menari saman oleh ridwan kamil difoto lalu ditransformasi sedemikian rupa hingga menjadi fasade museum tsunami yang unik.
Perdana tower konsep menara kembar milik keluarga jawa. Visi bangunan yang diinginkan pemilik adalah jawa dan futuristik. Dalam eksekusi desain, bentuk tower ellips kembar diambil dari biografi sang pemilik yang memiliki filosofi jawa, yaitu teratai di atas air yang sama-sama turun jika airnya turun dan sama-sama naik jika airnya pasang. Filosofi pasangan hidup suami istri yang selalu bersama di saat sulit dan di saat senang. Bagian bawah fasade tower merupakan motif batik keluarga, karena keluarga merupakan turunan keluarga ningrat.

Berkonsep dalam arsitektur

Arsitektur yang baik adalah arsitektur yang bercerita banyak pada desainnya. Dari cerita bahan, material atau konsepnya. Analogi hal-hal di luar arsitektur dapat ditransformasikan menjadi konsep bangunan yang bisa dibangun…konsep analogi sangat membantu dalam desain. Arsitektur yang bisa membuat orang terharu sampai menitikkan air mata.
Tipologi bangunan itu banyak, dari bangunan kecil privat sampai bangunan besar publik.
Melihat arsitektur dalam skala yang lebih luas dari kacamata kota, mengapa kota kita semrawut. Sehingga beliau menyarankan kaloi mo magang di konsultan yang menangani masalah kota atau urban. Klo dimulai dari konsultan yang kecil hanya menangaini single building maka gak bisa melihat masalah secara luas. Membuat kita jadi kurang kritis dengan klien. (red)
Arsitektur bukan sekedar wow keren atau menilai dari kulit luarnya saja. Ini berarti yang dilihat sebatas geometri dan yang dijual klien pun hanya geometri. Tapi apakah desain tersebut bisa memecahkan masalah, itulah yang penting.
Green architecture bukan merupakan konsep tapi memang seharusnya menjadi syarat sebuah karya arsitektur. Segala yang merupakan sistem dalam bangunan tidak perlu menjadi konsep arsitektur. Konsep arsitektur adalah seperti ..”saya akan menjadikannya melengkung, melayang,,,dst. Kita dapat belajar dari nilai-nilai kearifan lokal seperti kepercayaan masyarakat bali yang tidak boleh membangun melebihi pohon kelapa, atau larangan menebang pohon-pohon. Terlepas hal tersebut logis atau tidak, hal tersebut merupakan usaha masyarakat lokal untuk hidup serasi dan menjaga keseimbangan alam.
Arsitektur tidak hanya harus hemat energi dan menyelesaikan masalah-masalah teknis lalu selesai. Tidak demikain, seorang arsitek harus menambahkan nilai keindahan pada desain dan arsitek harus bisa menggabungkan keduanya.
Presentasi arsitektur itu harus bagus,,biasanya beliau menyuruh mahasiswanya menyisakan 1/3 waktu untuk membuat presentasi desain yang bagus.
Mendesain sesuatu mulailah dengan pikiran apa yang bisa diberikan bangunan bagi kepentingan publik, meningkatkan mutu interaksi warga kota. Halaman yang luas tidak hanya sebgai parkir mobil dan drop off pengunjung.

Meyakinkan klien

Yakinkan klien dengan ilmu yang dimilikinya sendiri. Beliau bercerita sedikit tentang kliennya yang seorang pengusaha yang ingin membuka pusat perbelanjaan baru. Klien menayakan; ‘pak ridwan mengapa saya harus mengeluarkan uang 20 milyar untuk pedestrian yang luas?....beliau menjawab; pak, bayangkan orang2 yang belanja di pertokoan bapak serasa berbelanja di eropa sana (dengan pedestrian lebar),,maka keuntungan dari tiap toko2 bapak yang ada ditepi-tepinya akan ‘berlipat-lipat’…(Klien) oia ia…klo gitu terserah pak ridwan deh.
Klien kalo udah denger kata ‘keuntungan berlipat-lipat’, pikirannya pun berubah….nah kalo sudah keluar kata-kata ‘terserah pak ridwan deh’.. maka berarsitektur pun menjadi nyaman…’:D
Untuk meyakinkan klien, tunjukkan contoh-contoh yang hebat dari luar negeri, agar referensi owner dan visinya terhadap bangunannya bertambah baik. Oleh karena itu bagi arsitek jalan-jalan itu harus dan membaca menjadi penting.

No comments:

Post a Comment